Walaupun esok ada mentari
Apakah secerah hari ini
Harap begitulah dan moga mudahlah
Perjalanan hidupku
Berat benar langkah
Rela dalam pasrah
Yang aku harap harapkan
Tak kesampaian
Ku tinggalkan semalam yang indah
Sememangnya itu tak kuduga
Lamanya berkasih indahnya berjanji
Sanggup sehidup semati
Ucapan semalam kini berlainan
Kau yang dulu kukenali menjadi duri
Tergamaknya hatimu sayang
Menciptakan luka pada aku yang setia
Dahulu kau bisik kalimah
Walau apa terjadi kasih tak berubah
Mungkin tika itu aku berharta
Cahaya cintamu bersinar rekaan cuma
Mengertilah ku kini kasih sayang sekarang
Semuanya memandang kebendaan
Andainya kedaifaan dan rupa pun lah kurang
Tiada siapa sudi memandang walau sebelah mata
Begitulah aku ini kau umpamakan
Di kaca matamu aku mengisahkan
Tergamaknya…
JoM LiHaT
FrEnZz...
Hilangnya Cintamu.....

Bila cinta kini.
Tak lagi bermakna
Yang ku rasa kini
Hanyalah nestapa
Ditinggalkan cinta masa lalu
Dulu kau tawarkan
Manisnya janjimu
Yang ku sambut itu
Dengan segenap hatiku
Bila engkau pergi
Tinggalkanku
Hilangnya cintamu
Menusuk hatiku
Ternyata memilih
Cinta yang fana
Perginya dirimu
merobek jantungku
Hingga ku terjatuh
Dalam harapan
Hilangnya cintamu
Menusuk hatiku
Hingga ku terjatuh
Dalam harapan
Tak Mungkin Berpaling~~
Tidak mungkin kuberpaling lagi
Salah sangka yang direncanakan
Gelora melanda
Adalah dendammu
Setelah diriku
Tak mampu menjadi milikmu
Cukup sudah hati berdarah
Usah ditambah cerita yang sudah
Di mana kekasihmu
Yang pernah kau sanjungi
Mengapa pula padaku
Menjadi pelepas ceritamu
Dan jua sepimu
Usah menabur budi
Mengharapkan simpati
Sedangkan kau menitip
Cemburu iri hati
Tak mungkin kuberpaling
Padamu yang meracuni
Rimbunan kasihku
Sehingga berguguran
Kelopak cinta kita
Kerana mu tak lagi mengerti hatiku
Sehingga berguguran
Kelopak cinta kita
Kerana fitnahmu
Walau segunung sesalmu
Tak mungkin kukembali
Cukuplah sekali
Kejelekanmu
Menggamit pilu
Tidak mungkin kumaafkan lagi
Salah sangka yang direncanakan
Adalah dendammu
Setelah diriku
Tak mampu menjadi milikmu
Sepenuhnya
Salah sangka yang direncanakan
Gelora melanda
Adalah dendammu
Setelah diriku
Tak mampu menjadi milikmu
Cukup sudah hati berdarah
Usah ditambah cerita yang sudah
Di mana kekasihmu
Yang pernah kau sanjungi
Mengapa pula padaku
Menjadi pelepas ceritamu
Dan jua sepimu
Usah menabur budi
Mengharapkan simpati
Sedangkan kau menitip
Cemburu iri hati
Tak mungkin kuberpaling
Padamu yang meracuni
Rimbunan kasihku
Sehingga berguguran
Kelopak cinta kita
Kerana mu tak lagi mengerti hatiku
Sehingga berguguran
Kelopak cinta kita
Kerana fitnahmu
Walau segunung sesalmu
Tak mungkin kukembali
Cukuplah sekali
Kejelekanmu
Menggamit pilu
Tidak mungkin kumaafkan lagi
Salah sangka yang direncanakan
Adalah dendammu
Setelah diriku
Tak mampu menjadi milikmu
Sepenuhnya
Subscribe to:
Posts (Atom)